Teknik beternak ayam Petelur di Jepang

Teknik beternak ayam Petelur di Jepang

free download file pdf here

  1. Perkandangan

Ada 2 jenis kandang di Jepang :

  1. Open Keisha style (Kandang terbuka)

Ini adalah jenis yang banyak ditemui di Jepang. Seperti tempat saya magang.

Ciri-cirinya : Jenis terbuka dengan jendela dari net yang kostruksinya terbuat dari kayu saja. Jenis ini sangat cocok bagi peternak yang mempuyai lahan cukup atau besar. Sehingga system kandangnya juga memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber cahaya alami dan angin alami sebagai penetral panas dibantu fan. Jenis kandang ini termasuk murah dalam kontruksi nya maupun perawatannya. Inilah jenis kandang di peternakan Koyama.

  1. Windowless Keisha style (Kandang tertutup)

Jenis kandang ini mempuyai ciri-ciri : jenis tertutup dengan konstruksi beton dan tidak memiliki bukaan seperti diatas. Jenis kandang ini menggunakan cahaya lampu sebagai sumber cahaya utama, juga system ventilasi yang memadai. Jenis ini sangat baik bagi peternak yang mempunyai lahan terbatas atau sempit juga pada pemukiman yang padat sekalipun.

Dengan mengontrol lampu serta fan makan cara ini jelas lebih memakan tenaga dan modal yang banyak. Keuntungannya yaitu jumlah ayam yang bisa diternak bisa mencapai 10 kali lipat dibandingkan dengan system terbuka diatas dan penggunaan alat – alat sangat banyak sehingga kebutuhan listrik juga diperhitungkan. Juga bila kondisi lingkungan yang padat rumahnya, jenis ini sangat cocok karena bisa meredam bau dan suara yang keluar.

Dari kedua cara diatas masing –masing punya keuntungan sendiri – sendiri. Maka sebagai peternak kita harus jeli melihat dan menganalisa sedetail mungkin mengenai keuntungan dan kerugiannya.

  • Kandang DOC / Hioko. Kapasitas kandang 10.250 pemeliharan sampai pada umur 42 hari. Sistem kandang ini adalah kage. Jadi DOC yang masuk langsung dimasukan ke kage. Ukuran kage 45 x 90 x 45 dengan ketinggian kandang 2,25m. setiap kage masa DOC ditempati 50 ekor. Kandang ini satu disusun 2 tingkat, dan tiap jalur mempunyai 4 ret dipisahkan dengan jalan selebar 1 meter sirkulasi di kedua ujung kandang masing – masing 3 meter. Kandang ini mempunyai 4 rets.

 

Fasilitas kandang :

  • Automatic feeder. Alat pemberi pakan secara otomatis.
  • Mesin Pemanas bernama Boira yaitu pemanas menggunakan minyak tanah (tooyu) sebagai bahan bakar untuk memanaskan air yang dialirkan lewat pipa keseluruh kandang.

 

  • Listrik dengan lampu pijar yang digantung dengan ketinggan 2 meter dengan jarak 4 meter dan kontrol otomatis.
  • Pembatas berupa tirai yang bisa di gulung.

 

  • Kandang Grower / Daisuu. Kapasitas 10.250 ekor sistem kage 3 dengan ukuran perkage 45 x 45 x 45. Kandang ini mempunyai kontruksi yang besar dari rangka baja dengan ketinggian 4 meter dan mempunyai kolong dengan kedalaman 3 meter. Kage ini disusun 3 tingkat sehingga 1 rets terdiri dari 6 baris. Perkage ditempati 5 ekor sampai umur 110 hari. Kandang ini dilengkapi dengan automatic feeder dan lampu 40 watt yang digantung per 4 meter .

 

 

 

 

 

 

  • Kandang Layer berjumlah 5 buah dengan kapasitas 35.000 ekor. Ukuran per kage : 23 x 42 x 40 + 45 dengan kemiringan 5%. Susunan kage hanya 1 tingkat untuk mempermudah pengontrolan pakan dan penyakit. Per kage ditempati 2 ekor ayam. Dilengkapi dengan automatic feeder dan Penerangan. Ketinggian kandang 2,5 meter dengan kontruksi kayu dan dinding dari net dilengkapi dengan tirai penutup bila hujan atau musim dingin. Kandang ini juga dilengkapi kipas untuk membantu pertukaran udara dan menjaga kenyamanan kandang. Semua kandang dilengkapi dengan tangki pakan dengan kapasitas 5 ton.
  • Tempat pengeringan kotoran ayam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Gudang penampungan kotoran yang sudah dikeringkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Perlengkapan Penunjang dan Peralatan yang digunakan.
    • Mesin – mesin terdiri :
      • Forkliff, dumptruck dan shoberu untuk mengangkat kotoran ayam dari dalam kandang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Mesin Penyemprot untuk pembasmian kutu/serangga dan yuunboo

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Kendaraan pengumpul telur dan kendaraan operasional sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kebersihan kandang harus selalu terjaga

Menjaga kebersihan kandang adalah langkah strategis untuk mengurangi populasi bibit penyakit disekitar ayam. Untuk itu setiap minggu sekali kotoran diangkat. Bila didadapi didalam kage ada kutu atau serangga penyebab penyakit maka langsung diadakan penyemprotan dengan insektisida.

 

  1. Jenis ayam yang diternak : Ayam petelur putih bernama Sonia dengan jumlah 90 % dan sisanya ayam petelur coklat bernama Polis Brown. Ayam petelur putih atau Sonia ini menghasilkan telur berwarna pink dan Polis Brown menghasilkan telur berwarna coklat. Satu hal yang menarik dalam pemilihan jenis ayam petelur adalah Jenis ayam yang diternak di Jepang sangat ditentukan oleh :
    • Dalam hal ini pembeli. Jika dalam suatu kota pembeli sangat menyukai telur warna merah muda (pink). Pembeli tangan pertama/kolektor yaitu “tamagoyasan”. Dia ini mengambil langsung dipeternakan untuk di sebarkan ke supermarket maupun toko-toko. Tamagoyasan juga melihat keinginan pasar. Contoh : di peternakan ini telur itu di jual di Shizuoka. Jadi tamagoyasan berada di Shisuoka ken. Di sana telur yang disukai warna pink dan merah. Jadi otoosan memelihara ayam penghasil telur berwarna merah dan pink. Warna pink lebih banyak dibandingkan warna merah. Warna pink jenis Sonia. Warna merah jenis Pollis Brown.
  • Telur yang baik :
  1. Artinya ayam yang diternak tidak pernah di berikan suntikan akibat munculnya penyakit. Kalau vaksin tetap diberikan. Obat – obat pun tidak pernah diberikan.
  2. Artinya telur itu masih baru. Telur yang lama tidak disukai. Pada kemasannya ditulis tanggalnya.
  3. Telur mempunyai kuning telur yang pekat dan tidak encer serta tidak berbau meyengat/tengik (kusai).
    • Diseluruh Jepang kurang lebih 70% telur warna putih yang disukai. 30% telur warna pink dan merah.

 

 

  1. Lighting Control.

Lampu merupakan factor yang sangat penting dalam pembentukan badan dan telur ayam. Pemasangan lampu sangat ditentukan oleh panjang hari (sinar matahari) atau cuaca sepanjang 1 hari. Patokan yang sangat penting yaitu pada umur ayam mencapai 140 hari sangat penting untuk mengetahui panjang harinya berapa jam ???. Dari situ bisa dihitung kebutuhan pemasangan lampu dari ayam masih starter sampai layer. Dan setelah 140 hari, penggunaan lampu 15 menit ditambahkan setiap minggunya sampai panjang penyinaran satu hari mencapai 16-17 jam. Dan setelah itu pemasangan lampu merata sampai 17 jam waktu terangnya. Untuk itu data iklim sangat dibutuhkan yaitu waktu terang sepanjang 1 tahun perlu ada datanya.

Contoh : pada bulan oktober tanggal 1 ayam starter/ hioko dimasukan ke kandang. Patokan 140 hari yaitu 4 bulan sesudah itu yaitu bulan pebruari waktu terangnya 14 jam. Maka dhitung mundur dari pebruari perminggu ditambahkan 15 menit. Sehingga bulan November panjang terangnya dibutuhkan sampai 17 jam. Untuk itu bulan oktober hari pertama sampai hari ketiga lampu dipasang sepanjang malam (24jam) dan setelah itu dari 24 jam makim lama dikurangi 15 menit / minggu sampai mencapai 17 jam pada bulan November. Dan setelah 140 hari maka ditambahkan 15 menit tiap minggu maka untuk mencapai 17 jam panjang terang maka dibutuhkan 3 bulan setelah itu yaitu sampai pada bulan Mei baru mencapai 17 jam panjang terang. Maka dari saat itu maka panjang terang disamakan. Sampai masa perontokan bulu maka lampu tidak digunakan. Setelah rontok bulu maka sama seperti diatas.

Jadi hal yang sangat penting dalam melakukan lighting control yaitu hari ke 140 berapa panjang terangnya. Dari situ maka kita melakukan perhitungan panjang terang. Ini adalah salah satu cara dari sekian cara yang diterapkan oleh peternak disini.

  1. Manajemen Peternakan
    1. Sistem Pemeliharaan

Pemeliharaan dipernakan ini dibagi dalam 3 kelompok berdasarkan usia ayam petelur. Setiap satu masa pemeliharaan membutuhkan waktu 90 minggu. Jadi selam 1 tahun 2 kali pengadaan anak ayam. Yaitu pada bulan April dan bulan oktober. Dengan begitu maka selama satu tahun bisa menghasilkan telur tanpa ada waktu yang vakum.

  1. Tahap persiapan pemeliharaan.
  • 2 bulan sebelum DOC masuk maka kandang dicuci bersih dari sisa-sisa kotoran pemeliharaan sebelumnya. Penyemprotan dengan alat semprot tekanan tinggi dan di disinfektan menggunakan Cleakil – 100 / pembasmi serangga. Pencucian kandang jangan terlalu dekat dengan waktu DOC masuk karena kemungkinan tidak kering dan juga waktu 2 bulan memiliki arti memutus rantai penyakit yang ada.
  • Hal yang penting sebelum kedatangan DOC.
    • Sudah melakukan sterilisasi kandang minggu sebelumnya. Semua alat yang digunakan dicuci dan disterilkan. Kandang dibersihkan dan semua mesin di cek apakah berfungsi dengan baik. Bila ada kerusakan langsung diganti.
    • Tempat pakan DOC dalam bentuk kotak sudah harus dimasukan di kage. Tiap 1 kandang 1 kotak makan. Kotak ini digunakan untuk memberi pakan selama 1 minggu.
    • Pipa air sudah terisi dan diberikan secara ad libitum.
    • 1 hari sebelumnya lampu sudah harus dinyalakan dan pemanas difungsikan supaya bila doc sampai maka ruangan sudah cukup hangat. Suhu berkisar 330-340 Setelah itu pakan sudah diberikan dalam keadaan full. Pakan yang diberikan adalah berbentuk pellet dengan kandungan protein 24% dan energi 3.050 kcal.
  1. Pengurusan saat DOC tiba.
  • Tempatkan DOC kurang lebih 50 ekor tiap kandang ukuran 45x90cm.
  • Pindahkan DOC secara hati – hati dari keranjang pengangkutan ke kandang.
  • Cek suhu agar supaya berada disekitar 32-340 C melalui thermometer yang digantung tiap 5 meter .
  • Lampu dinyalakan 24 jam untuk hari pertama sampai hari ke tiga dan dan seterusnya sesuai panduan yaitu tiap minggu diturunkan 15 menit sampai waktu terangnya sampai 16-17 jam.
  • Pengaturan suhu : pada hari 1 – 4 suhu sekitar 320 mulai hari keempat diturunkan 10C tiap 1 hari sampai mencapai 260C. Dan setelah itu pemanas sudah tidak dibutuhkan.
  • Gunakan tirai sebagai penutup untuk menghalangi udara dingin dari luar.
  • Tiap hari mengecek pakan, DOC yang mati, suhu kondisi DOC dan lampu serta alat pemanas. Waktu malam jam 10 juga pergi mengecek keberadaan DOC.
  • Apabila kondisi DOC menyebar dengan merata berarti panas cukup. Tapi apabila DOC berkumpul disudut berarti panas kurang. Bila DOC sangat gelisah berarti kelebihan panas.

 

  • Kelembaban.
  • Kelembaban sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh DOC supaya tumbuh merata. Bila kelembaban kurang maka cenderung pertumbuhan DOC terganggu dan ada yang tumbuh bagus dan ada yang kerdil ini sangat berpengaruh nanti saat waktu bertelur tiba.
  • Untuk itu bila udara terlalu kering maka sampai hari keempat lantai dibasahi dengan air. Sehari sekali disirami dengan air. Karena penguapan yang terjadi akan membuat kandang agak lembab. Tapi bila kebanyakan juga maka kelembaban tinggi maka tidak baik juga. Ini juga sangat susah untuk dikontrol. Untuk itu letakkan alat pengukur kelembaban dalam kandang. Kelembaban yang idela adalah 45%. Makanya perlu kejelian tinggi. Karena pada masa starter maka anak ayam sangat rapuh system pertahanan tubuhnya. Maka sangat hati-hati dalam pengurusannya.
  • Mulai hari keempat air tidak dibutuhkan lagi karena dalam kadang sudah ada kotoran ayam yang mengumpul yang menjadi sumber penguapan sehingga kondisi kandang ok.
  • Pakan yang diberikan adalah khusus untuk DOC. Pemberian pakan yang tak terbatas juga sangat baik. Tempat pakan juga mudah dijangkau dan diletakkan penghalang berupa ram kawat agar DOC tidak masuk dan mencakarnya sehingga terbuang. Pakan yang terbuang akan tidak berguna dan menyebabkan pemborosan.

Ada 2 cara yang digunakan untuk memberi makan. Yaitu dengan kotak tersebut sampai 1 minggu kemudian, setelah itu pada hari ke 4 pemberian pakan lewat automatic feeder sudah mulai diberikan untuk memancing DOC agar mengenali tempat pakan yang baru. Begitu juga dengan tempat minum. Kita harus memperkenalkan pada ayam tempat minumnya. Bila hioko sudah mengenali tempat pakannya maka tempat pakan yang lama sudah bisa dikeluarkan dan seterusnya pemberian pakan lewat alat/automatic feeder. Hal yang menarik dari pemberian pakan lewat alat yaitu kage DOC. Bagian depan kage mempunyai jurai berukuran 4 cm. sedangkan sisi lainnya berukuran 2cm ini dimaksudkan untuk kontor makan DOC. Karena DOC masih kecil maka besar kemungkinan bisa keluar dari kage ukuran dengai jurai 4 cm. maka cara kontrolnya : bagian depan kage itu mempunyai jurai 2 lapis yang bisa digeser. Sampai hari ke 10 jurai dibuka normal yaitu 2 cm. dan masuk pada hari ke 14 tubuh ayam mulai besar dan kepala juga mulai membesar maka jurai tersebut dibuka perlahan – lahan 2,5 cm. masuk minggu ke-3 dibuka 3,5 cm. dan hari ke 27 dibuka full 4 cm. ini dimaksudkan yaitu control kepala DOC agar bisa keluar untuk mencapai makanan tapi badan tetap dalam kandang.

 

iii.  Pengurusan pada umur satu minggu.

Saat berumur 7 hari paling lambat maka paruh hioko dipotong.

  • Pemotongan Paruh dilaksanakan saat ayam berumur 5-7 hari. Bila dibawah 5 hari maka paruh hioko masih terlalu lembek, bila diatas 7 hari maka berbahaya karena saat memotong paruh banyak darah yang keluar yang menyebabkan kematian.
  • Alat Pemotong Paruh disebut Debeaker. Pemotong paruh dikenal dengan istilah biku torimin(biku treaming). Alat ini difungsikan oleh 1 orang dan dalam 1 hari bisa memotong 5000 ekor ayam dengan cepat.
  • Pemotongan Paruh ini dimaksudkan :
  1. Dalam keadaan koloni (banyak) maka ayam cenderung berkelahi. Dengan paruh yang tajam sangat berbahaya bagi anak ayam yang berkelahi karena dalam berebutan pakan atau hal lain yang mengakibatkan kematian, maka paruhnya dipotong sehingga bentuknya tidak lagi tajam tapi agak tumpul/lancip sehingga tidak berbahaya bila berkelahi atau saling mematuk.
  2. Dalam mengkonsuksi pakan juga bila paruh tidak dipotong maka banyak pakan yang terbuang akibat paruh yang tajam susah mengambil pakan. Pakan yang terbuang sudah tidak berguna/ pemborosan pakan terjadi. Sebaliknya dengan paruh yang lancip maka dalam mengkonsumsi pakan juga efisien sehingga pemborosan akibat pakan yang jatuh kelantai sangat sedikit.
  3. Pemotongan juga pada hari ke tujuh paling lambat juga berarti bahwa setelah hari ketujuh maka pertumbuhan paruh juga melambat. Sehingga lama waktu yang dibutuhkan untuk tumbuh panjang kembali. Bila sesudah hari ketujuh di potong maka kemungkinan paruh cepat bertumbuh panjang dan menjadi berbahaya.

Setelah itu melakukan program pemberian vaksinasi. Selengkapnya pada bahasan mengenai vaksinasi.

 

Pengendalian Kepadatan kandang.

Ini berfungsi untuk memberikan keleluasaan bagi DOC untuk bergerak, dan makan serta mencegah munculnya kanibalisme yang tinggi sehingga memicu dominasi pada ayam – ayam tertentu dan ini menyebabkan pertumbuhan tidak merata. Pada hari ke – 7 setelah dipotong dipotong paruh maka diadakan perluasan gerak ayam per kage ukuran 45 x 90 ditempati 28 ekor. Dan pada hari ke – 20 diadakan perluasan lagi tiap kage berisi 14 ekor ayam keseluruh bagian kandang. Saat ini tirai penghalang didalam sudah bisa dibuka dan pemanas dimatikan karena sudah tidak dibutuhkan tinggal control tirai dinding samping kiri dan kanan.

 

  1. Pengurusan pada masa Grower

Pastikan bahwa kandang Grower sudah distrelisasikan dari sisa – sisa pemeliharaan sebelumnya, dicuci dan disemprot cleakil-100 sebelumnya. Setelah memasuki umur 42 hari atau 6 minggu maka ayam dipindahkan ke kandang Grower. Dengan kepadatan kandang 5 ekor perkage. Karena sudah terbiasa dengan kandang kege pada waktu DOC maka mudah menyesuaikan di kandang Grower karena system pemberian pakan dan air minum sama. Pada masa grower hal yang perlu diperhatikan yaitu pemberian pakan, control pertumbuhan lewat 2 kali penimbangan, melaksanakan program vaksinasi.

 

Pengontrolan pertumbuhan Ayam

Ini dimaksudkan untuk menyamakan dengan tingkat pertumbuhan nyata dari tebel produsen DOC. Dari sini bisa dianalisa kesalah dalam manajemen terjadi atau tidak, ada penyakit yang menyerang atau memang mutu DOC kurang baik. Bila berat tubuh lebih maka control pakan lebih diperketat lagi. Keseragaman berat badan, terutama pada periode pra layer sangat penting untuk mencapai tingkat produksi maksimal standar pabrik.

 

 

Contoh : rata – rata dari 80 ekor yang ditimbang mempunyai berat 710 gram. Saat penimbangan umur ayam 54 hari. Atau sekitar 8 minggu. Standar dari jenis ayam SONIA umur 8 minggu adalah 660 gr. Hal –hal yang perlu dicatat sebagai data : –

  • Rata-rata berat badan ayam.
  • berat ayam rata-rata + 10 % à ini untuk mencari jumlah ayam yang beratnya berlebihan. Diatas jumlah ini maka artinya itu berlebihan.
  • berat ayam rata-rata – 10 % à ini untuk mencari jumlah ayam yang beratnya terlalu kecil. Dibawah jumlah ini maka artinya itu sangat ringan.
  • Berat yang ideal (%). Adalah berat antara point 7 dan 8. pada point ini bila jumlahnya 70 % masih bisa diterima. Bila jumlah ini kurang dari 60% berarti berat ayam kurang atau berlebihan.

Contoh : jumlah ayam yang ditimbang : 80 ekor

Berat rata – rata : 710 gr. (dalam 8 minggu standar = 660 gr)

Jadi saat ini kelebihan berat 50 gr. Masih normal.

710 + 71 = 781 gr (berat maksimal yang di ijinkan)

710 – 71 = 629 gr (berat minimal yang diijinkan)

jumlah > 781 gr = 6 ekor

jumlah < 629 gr = 2 ekor

sisanya adalah berat ideal = 72 ekor

ini berarti 90 % berat nya ideal. (bila 60% kebawah berarti berat ayam tidak seragam). Penimbangan dilakukan pertama saat ayam masih periode starter 4 minggu dan setelah itu periode grower 8 dan 12 minggu.

 

 

  1. Pengurusan masa Layer.
  • Setelah ayam berumur 110 hari atau 15 minggu dipindahkan ke kandang Layer. Perkage ditempati 2 ekor. Selama di kandang Layer secara perlahan – lahan mulai bertelur. Pemberian pakan juga secara otomatis.
  • Pengecekan setiap pagi hari jam 6.20 bertujuan :
    • Meratakan pakan di wadahnya. Sehingga pada tempat yang terlalu banyak menjadi sama. Sebenarnya pada pagi hari pakan habis termakan tapi tersisa sedikit itu tidak masalah. Tapi bila banyak berarti pakan yang diberikan pada hari sebelumnya berlebihan. Coast juga boros.
    • Mengecek alat pemberi pakan serta mengontrol jumlah pakan yang akan diberikan. Ini dilakukan sebelum alat pemberi pakan bekerja. Apabila alat itu sudah berjalan maka susah mengontrol pakan.
    • Mengecek tanki penampung pakan, sehingga mengetahui berapa banyak pakan yang telah dimakan dan melakukan order bila pakan tidak cukup lagi.
    • Mengecek dan mengeluarkan ayam yang mati, dibawa dalam karung dan dikuburkan. Tapi bila pemeliharaan diatas 100.000 ekor , ayam yang mati harus dibakar pakai mesin pembakar khusus, atau biasanya pada peternakan besar ayam yang mati itu digiling bersama dengan kotoran ayam.
    • Melihat ulat / uji pada kotoran ayam.
    • Melihat kutu / mushi pada kandang.
    • Mengecek ayam yang terlepas.
    • Mengecek kondisi air minum.
    • Melihat masalah – masalah lain untuk segera diperbaiki. Contoh : listrik, tali pakan, fan, kandang yang rusak, pipa air minum, drinker dll.
    • Pengecekan pada pagi – pagi juga baik karena saat itu mesin pakan berlum berfungsi.
  • Pengumpulan telur dilakukan setiap hari pada pagi sampai siang hari. Dipernakan ini pengumpulan telurnya dilakukan manual dengan tenaga manusia. Otosanku mempekerjakan 2 orang untuk mengumpulkan telur tiap hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam pengumpulan telur dibedakan berdasarkan :

Kelas A :telur yang mempunyai bentuk ideal, bersih dan tidak cacat .

Kelas B :telur yang bentuknya tidak ideal, terlalu lonjong, bentuk bulat, terlalu kecil, terlalu besar dan kulitnya kasar (ada bintik pasir)

Kelas C :telur yang rusak, terbentur di kage, kotor.

Kelas D : telur yang dibuang yaitu yang kerabangnya tipis, cairannya sudah keluar dan ukurannya sangat kecil.

Masing – masing telur dipisahkan sesuai kelasnya. Karena telur ini dipasarkan sendiri – sendiri. Telur kelas A dan B beda harganya. Telur yang layak dijual mempunyai berat paling kecil 60 gr keatas.

Penimbangan setiap bulan 2 kali yaitu pada tanggal 13 dan 23 untuk mengontrol berat telur perperiode sehingga berat telur yang dihasilkan perbulan bisa diketahui. Penimbangan dengan mengambil sample 3 keranjang / kasu/ container untuk ditimbang dan dicatat.

  • Pembersihan kotoran ayam dilaksanakan setiap minggu sekali.
  • Pengendalian kesehatan ayam yaitu dengan melakukan penyemprotan dengan menggunakan obat pembasmi baik kutu maupun ulat pada kotoran ayam dan lalat.
  • Seleksi bagi ayam yang tidak produktif. Dengan cirri – cirri : Paruh dan lingkaran mata berwarna sangat kuning. Artinya telur sangat kurang dihasilkan. Maka seminggu 3 kali dikeluarkan. Jenis ayam yg seperti ini merugikan karena banyak mengkonsumsi pakan tapi tidak produktif.
  • Jika terdapat kerusakan pada kandang segera diperbaiki. Kerusakan itu seperti dinding dirusak, ada atap yang bocor, pipa yang bocor, tempat pakan yang rusak dll.

Dengan manajemen yang baik biasanya ayam bisa berproduksi sampai umur 80 minggu. Sebenarnya produksi masih berlanjut tapi sudah tidak menguntungkan lagi. Maka suatu langkah yang bisa dilakukan untuk mempertahankan produksi adalah dengan melaksanakan Molting.

 

  1. Rontok Bulu atau Molting

Molting adalah suatu proses rontok bulu yang dialami oleh ayam yang sudah melewati masa produksinya. Bulu yang rontok akan digantikan dengan tumbuhnya bulu – bulu yang baru. Selama masa rontok bulu maka produksi telur akan menurun dan bahkan terhenti sama sekali. Biasanya molting memakan waktu kurang lebih 2 bulan. Ada juga peternak yang melaksanakan molting sampai 2 kali karena melihat kondisi pasar.

Perhitungan dalam melaksanakan rontok bulu :

  • harga jual ayam apkir sangat rendah, sedangkan harga telur masih baik dan merangsang usaha.
  • Harga DOC yang tinggi dalam kurun waktu tertentu.
  • Saat terjadi penurunan harga telur dengan pertimbangan setelah 2 bulan mendatang harga telur membaik maka perlakuan rontok bulu menguntungkan.

 

Ayam yang berumur 60 minggu akan menurun produksi telurnya sampai 65%. Saat itulah dilaksanakan Rontok bulu. 2 cara yang dilaksanakan di peternakan Koyama :

  1. Memberi pakan 40 gr /ekor/hari untuk hari 1 dan hari selama 3 hari dipuasakan makan. Dan diulangi terus menerus sampai 25 % berat tubuh ayam menurun atau dengan melihat kondisi lantai yang dipenuhi bulu ayam maka peternak memberikan pakan secara normal. Biasa sampai 25% berat tubuh menurun memburuhkan waktu 20 hari. Pemberian air minum secara terus menerus dan tidak diberikan cahaya tambahan.
  2. Rontok bulu secara terinduksi (Induced Molting). Cara ini merupakan cara yang baru dikembangkan dan masih bersifat trial and error. Secara jelas bisa melihat laporan Projek pribidiku.
  3. Dan masih ada lagi beberapa cara yang dilakukan masing – masing peternak yang merupakan rahasia perusahaan mereka sendiri.

 

 

  1. Pemberian Pakan

Jenis Pakan yang digunakan dari DOC sampai Layer.

Pakan ayam merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan badan ayam dan telur. Banyaknya telur sangat ditentukan oleh kandungan gizi yang terdapat didalam pakan tersebut. Kandungan unsur dalam pakan yaitu dikenal dengan CP /protein dan TDN serta Kalori. CP yang ideal adalah 16,7 %. Dan TDN adalah 65%. Tapi perlu diketahui bahwa tidak semua jenis pakan yang memiliki CP 16,7 itu sama. Karena bisa saja CP nya sama tapi unsur gizinya beda atau murah. Karena CP 16,7 yang murah juga dijual. Yang murah ini mengandung unsure gizi yang sangat kurang sehingga mengakibatkan pakan tersebut tidak menghasilkan telur yang baik. Jadi ada 2 jenis pakan yaitu yang mahal dan murah. Mungkin unsure gizinya sama tapi lebih baik beli yang mahal karena hasilnya sangat beda.

  • Tepung ikan yang terdapat pada pakan dalam buku panduan sebanyak 10%. Tapi dalam pakan yang digunakan otoosan yaitu hanya sebesar 2%. Unsur tepung ikan ini sangat menentukan bau dari pada telur itu, bila ayam itu mulai jelang masa bertelur. Semakin tinggi persen dari tepung ikan maka telur akan semakin bau / tidak baik.
  • Satu hal yang menarik dari pakan ayam layer yaitu penambahan tepung paprika dengan tujuan memberikan kepekatan pada kuning telur.
  • Di Jepang perusahaan penghasil pakan ayam sangat banyak. JRC adalah namanya. Disana ada sekitar 20 jenis pakan yang diperjual belikan. Tapi system nya sangat rumit. Produsen/ peternak yang menyusun sendiri komposisi gizi dan bahan serta kandungan persentasinya, setelah itu di pesan ke perusahaan penghasil pakan itu sendiri. Karena system computer semua, maka semua komposisi yang diinginkan tinggal menekan tombol bila ada order.

 

  1. Mengenal penyakit pada Ayam
    1. Avian Influensa

Bulan juli 2005 AI ditemukan di Prop. Ibaraki. Virus yang berkembang di Ibaraki Ken adalah Virus yang berasal dari Amerika Selatan. Virus ini memiliki daya serang yang lemah. Tapi di Jepang semua sangat berhati-hati dan melakukan pencegahan secara dini dengan cara all out. Jadi semua ternak ayam yang berada pada diameter 5 km dari posisi virus itu untuk segera dimusnahkan (dikubur atau dibakar).

Sebenarnya virus ini tidak berbahaya baik bagi manusia maupun ayam itu sendri. Karena ayam tidak akan mati begitupun manusia. Tapi yang ditakutkan adalah berkembangnya virus itu menjadi semakin kuat. Apabila ayam terserang virus itu maka akan menular kepada ayam yang lain. Petularan tersebut diikuti dengan terciptanya jenis virus baru yang ditakutkan makin lama makin kuat daya seragnnya. Begitu juga bila terjangkit pada binatang perliharaan lain karena virus itu ada mereproduksi sendiri sehingga bermutasi menjadi lebih kuat lagi. Hewan yang sangat mudah terserang yaitu babi. Dan bila babi terkena virus ini maka akan menular pada manusia dengan bermutasi menjadi kuat maka sangat besar kemungkinan manusi itu akan mati terkena virus mematikan ini. Di Jepang sangat dilarang penggunaan suntikan bahkan obat untuk menangkal atau mengobati penyakit yang muncul pada ayam. Orang jepang sangat tidak suka terhadap jenis telur yang ayamnya mengalami suntikan. Karena takut akan bahaya kimia dari obat tersebut. Juga ayam dan babi sangat dilarang untuk diternak secara bersamaan karena bahaya dari penyebaran virus tersebut.

 

  1. Penyakit utama yang menyerang ayam ras petelur :
    1. Egg drop sindroma (EDS)
    2. Infektious Bronchitis.
    3. Newcastle Diaseas (ND)
    4. Coccidium
    5. Salmonellosis
    6. Penyakit Cacar (POX)
    7. Gumboroh

Penyakit diatas tidak bisa disembuhkan tapi dapat dicegah dengan pelaksanaan program vaksinasi dengan baik dan rutin.

 

  1. Parasit dalam kandang(kutu, lalat, ulat) dan dan luar seperti serangan kucing dan biantang buas lainnya.

Pencegahan di peternakan Koyama :

  • Uji – ulat yang bertumbuh menjadi lalat (hae)

Pada umumnya uji sangat menyukai tempat yang dingin dan lembab. Dalam beternak ayam uji merupakan salah satu factor yang menyebabkan penyakit pada ayam. Uji merupakan ulat yang hidup atau bertumbuh di kotoran ayam (Keihung) yang menumpuk. Ulat ini nantinya akan berumbuh menjadi lalat (hae). Pada waktu musim dingin atau aki(gugur),fuyu(dingin)   sampai haru(semi) tempat hidup dari Uji adalah dibawah keihung yang menumpuk. Tapi pada waktu musim panas atau natsu, uji ada diatas keihung. Untuk itu cara mengatasinyapun berbeda. Pertumbuhan uji/ulat pada musim panas sampai aki sekitar 3-4 hari dari ulat sampai menjadi lalat. Tapi pada musim dingin pertumbuhannya sampai 2 minggu baru menjadi lalat. Untuk itu pada musim panas harus jeli melihat, bila banyak lalat beterbangan maka segera mengangkut kotoran atau melakukan penyemprotan dengan obat.

Cara mengatasi Uji :

  • Pada waktu musim Panas dari bulan april – juli , uji sangat mudah diketahui karena berada diatas keihung. Maka dengan menggunanakan kusuri/obat yang bernama PADAN. Padang ditaburkan/makimasu pada tempat yang ada uji. Maka uji 100% mati.
  • Sedangkan pada musim dingin dari bulan agustus – maret, uji hidup dibawah keihung. Cara mengenalinyapun sangat susah karena hampir tidak kelihatan. Tapi dengan melihat kondisi kandang kita mudah mengetahuinya. Jika lalat banyak beterbangan maka itu berarti uji takusan imasu. Maka sesegera mungkin mengangkut keihung ketempat penampungan. Dalam keadaan kotoran sudah terangkat maka sesudah itu kita menaburkan jimetoetto. Karena panas maka uji suka berada diatas lantai (dibawah keihung ) tempatnya yang dingin. Dengan demikian mencegah pertumbuhan uji dari bawah .
  • Jimetoeeto dan padang adalah obat pembasmi serangga seperti ulat itu. Jika musim dingin maka menggunakan padan saja sudah cukup , tapi musim panas pertumbuhan uji makin hebat dan daya tahannya juga makin kuat, maka digunakan jimetoeeto. Pada bulan Agustus penaburan padang tidak berarti karena uji tidak akan mati, tapi dengan Jimetoeeto maka 80 % uji mati.
    1. Padan dan Jometoeeto 1 pak (isi 8 bungkus) seharga 7000 yen(=Rp.595.000). Setiap 1 ret ditaburkan 1 bungkus jimetoeeto. Mengingat mahalnya obat pembasmi maka sangat diperlukan penganan yang serius agar supaya peternak tidak mengalami kerugian akibat salah dalam memanajemen perkandangan.

Jika pencegahan awal ini tidak berhasil dan lalat masih ada itu berarti lalat ini pertumbuhannya sangat cepat sehingga harus dilakukan penyemprotan dengan obat pembasmi lalat. Dijepang obat ini sangat mahal sekitar 13.000 yen. Dalam kondisi yang biasa, lalat cukup penyemprotan dengan mushi maka mati. Tapi dalam kondisi yang lebih kuat maka harus dengan obat khusus lalat. Dijepang penyemprotan lalat hanya dilakukan sekali atau dua kali dalam kondisi parah dalam setahun.

  • Mushi/kutu penghisap darah. Badannya bila ditekan akan mengeluarkan darah, ini merupakan hama yang sangat merepotkan untuk ditangani. Tertularnya mushi sangat besar disebabkan dari datangnya torei/ keranjang pengangkut telur oleh pengangkut telur dari tempat yang lain ke kandang.

Dan secara cepat mushi / kutu ini berkembang di kandang. Keberadaan mushi sangat sulit dikenali tapi dengan kecermatan mata maka bisa dilihat. Mushi sangat suka berada di tempat telur pada kandang kage. Dan pada waktu malam maka kutu ini hinggap di badan ayam dan menghisap darah sehingga menimbulkan gatal – gatal dan mengakibatkan pada malam hari ayam tidak bisa tidur. Dengan demikian maka ayam terganggu kesehatannya sehingga mengakibatkan menurunnya produksi telur. Bila disiang hari maka kutu ini hinggap di jeruji kandang. Kutu ini cenderung berwarna merah dan ukurannya sangat kecil. Cara yang mudah mengenalinya yaitu terlihat hinggap di telur dan mengumpul di jeruji kandang.

Cara mengatasi kutu ini :

  1. Melakukan penyemprotan dengan obat anti kutu. Kalau dijepang ada banyak jenisnya tapi ditempat magangku ada tiga jenis yang dipakai yaitu :
    • Harganya 1 pak 40.000 yen.
    • Harganya sama
    • Eksumix
  2. Penyemprotan dilakukan 2 minggu sekali sesuai dengan perkembangannya dan musim.
  3. Karena sangat mahalnya obat ini maka penanganannya pun sangat hati – hati dan memperhitungkan kerugiannya.

Dengan melakukan tes secara terpadu maka pada saat yang tepat maka kita bisa memaksimalkan penggunaan obat tersebut. Contohnya pada musim panas kutu ini sangat cepat perkembangannya dan sekali – kali penggunaan 1 jenis obat saja tidak cukup dan mengakibatkan kutu tidak mati tuntas. Maka pencampuran antara boruho dan negohon merupakan cara kedua bila cara diatas tidak mempan. Apabila juga kedua cara diatas tidak masksimal maka ketiganya dicampur dengan tepat. Maksudnya karena mahalnya obat ini maka dibutuhkan pengetesan terlebih dahulu.

Dalam memilih jenis obat pembasmi ini juga sangat penting menjaga keamanan bagi ayam itu sendiri. Karena ada obat yang murah dan mempunyai daya mematikan kutu yang tinggi tapi berbahaya bagi ayam dan mengakibatkan kematian. Sebaliknya ditempatku yang digunakan adalah obat yang mahal dengan daya membunuh yang cukup tapi aman bagi ayam.

Contoh : sekali penyemprotan untuk 10000 ayam bisa memakan biaya 100.000 yen. Dengan pencampuran boruho1 kg, negohon 2 kg dalam 200 ltr air. 1/2 kg=8000yen. Pencampuran ini 3 kali. Dengan penyeprotan 2x per rets.

 

  1. Manajemen Kesehatan

Untuk mencegah bibit penyakit ada tiga langkah utama yaitu :

  1. Bibit penyakit paling menonjol menyukai tempat yang kotor. Karena itu untuk memerangi bibit penyakit haruslah membersihkan kandang dan sekitar kandang secara rutin dan teliti. Pembersihan ini dilakukan dengan cara :
    1. Penyemprotan baik dalam kandang (kutu dan ulat) dan luar kandang yaitu pertumbuhan rumput/alang-alang.
    2. Mengangkat kotoran seminggu sekali secara rutin.
  2. Mencegah kontak antara sumber dan pembawa bibit penyakit.

Ini dilakukan dengan membatasi kontak dengan dunia luar dengan ayam ras petelur. Yaitu dengan cara melarang masuk orang yang berkepentingan dan mengatur lalu lintas keluar masuk karyawan bila ada.

  1. Mengetatkan biosecurity.

Ini sangat penting untuk mencegah masuknya bibit penyakit maupun virus yang dibawa oleh pakan, mobil pakan, pekerja atau barang lainya yang keluar masuk peternakan. Makanya dipintu masuk peternakan harus selalu tersedia sprayer untuk penyemprotan dengan disinfektan. Dan disetiap kandang harus tersedia kolam sanitasi. Agar bagi setiap yang keluar masuk supaya mencuci tangannya dan mencelupkan alas kaki.

Saat pemeliharaan DOC setiap hari usahakan memakai baju yang bersih dan selalu melaksankan sterisasi tubuh baik tangan, alas kaki dll.

 

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dengan program vaksinasi. Program vaksinasi yang dilaksanakan di peternakanku.

PROGRAM VAKSINASI

Umur Jenis Vaksin Cara Pemberian Ket
DOC MarekFOX Powl I Diberikan oleh perusahaan pembibit
7 hari NB (ND dan IB) Tetes Mata
Potong Paruh Menghemat pakan dan menekan kanibalisme
15 hari IBD Air minum 1 hari sebelumnya dipuasakan minum
19 hari NB Tetes mata
49 hari NB Injeksi ke mata
55-56 hari / 8 minggu FOX Powl Tusuk sayap Jika waktu Doc belum diberikan maka 3 minggu dan 7 minggu paling lambat harus diberikan.
10 minggu MI- IB Injeksi ke mata
11 Minggu Ertibaks (ILT) Tetes mata
EDS-76 oil vaksin -C dan Avian-5 Way Oil Emulsion vaksin Injeksi ke dada Jenis oil vaksin jadi bertahan 1 tahun lebih. Karena bentuknya minyak maka sedikit-demisedikit menyerap ketubuh ayam
12 minggu IB C-78 Injeksi ke mata
13 minggu AE Injeksi ke mata
Sebelum Perontokan bulu diberikan vaksin ND Injeksi ke mata Karena rontok bulu maka tubuh ayam lemah dan rentan penyakit

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s